Waktu itu belum ada pengeras suara (speaker). Agar azannya terdengar banyak orang, muazin biasanya naik ke tempat yang tinggi dan mengumandangkan azan dari sana.
Suatu hari saat mengumandangkan azan dari tempat yang tinggi itu, ia melihat seorang wanita yang sangat cantik. Getar-getar cinta terasa di dadanya. Ia pun turun dan mendatangi wanita tersebut.
“Aku mencintaimu, maukah engkau menjadi istriku,” pemuda itu mengungkapkan cinta pada pandangan pertamanya.
“Tidak bisa”
“Mengapa?”
“Karena engkau muslim sedangkan aku nasrani”
“Bagaimana caranya agar aku bisa menikahimu?”
“Engkau harus menjadi nasrani”
Akhirnya pemuda tersebut pindah agama menjadi Nasrani. Murtad.
Cinta telah membutakan hatinya hingga ia tanggalkan keimanan demi pesona kecantikan wanita itu.